City Gallery Didorong Jadi Ruang Hidup Sejarah, Budaya dan Ekonomi Kota Pusaka

oleh -13 Dilihat
Gagasan menjadikan City Gallery bukan sekadar ruang pajang sejarah, tetapi sebagai ruang hidup yang mempertemukan memori, pengetahuan, budaya, masyarakat hingga kekuatan ekonomi kota, mengemuka dalam Seminar Nasional “Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif untuk Memperkuat Identitas Kota Pusaka”.

Dalam konteks Ternate, City Gallery diharapkan mampu merekam perjalanan kota dari masa lalu hingga masa kini.

Ruang tersebut bukan hanya menjadi tempat masyarakat melihat benda atau dokumentasi sejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda dan wisatawan untuk memahami identitas Ternate.

Tauhid juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat.

Nilai lokal bari atau babari, yang mengandung semangat gotong royong, rasa saling percaya dan persaudaraan, dinilai dapat menjadi modal sosial dalam membangun ruang kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Gagasan itu kemudian diperkuat Perpustakaan Nasional RI.

Sekretaris Utama Perpusnas Dr. Joko Santoso menempatkan City Gallery sebagai ruang yang menghubungkan situs, memori, pengetahuan dan identitas sebuah kota.

Baca Juga  41 Personel Polres Halsel Dimutasi, Sejumlah Kanit dan Perwira Berganti Posisi

“City Gallery bukan sekadar tempat melihat masa lalu, tetapi dapat menjadi cara bagi Ternate untuk mengorganisasikan ingatannya untuk masa depan,” katanya.

Perpusnas, lanjutnya, memiliki sekitar 280 item koleksi yang berkaitan dengan sejarah Ternate.

Koleksi tersebut terdiri atas berbagai bentuk, mulai buku, majalah, surat kabar, lukisan, foto hingga naskah kuno.

Kekayaan tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk kepentingan riset dan pendidikan sekaligus memperkuat posisi Ternate sebagai kota pusaka.

No More Posts Available.

No more pages to load.