“Kita mengutuk keras kenyataan bahwa orang-orang selalu ingin berbicara tentang konflik ini seolah-olah konflik ini dimulai pada tanggal 7 Oktober,” ungkap dia.
Dia mengkritik pemerintah di berbagai negara yang tidak “menyuarakan suara massa”. Cucu pahlawan anti-apartheid itu mengatakan masyarakat di setiap kota besar di seluruh dunia semakin banyak yang mendukung perjuangan Palestina.
“Intifada Elektronik telah mampu memanfaatkan media sosial dan memastikan kita dapat menjangkau komunitas global secara luas dan memobilisasi dukungan untuk rakyat Palestina,” tegas dia.
Memuji upaya pemerintah dan presidennya, dia mengatakan hal ini merupakan “pencapaian bersejarah” di pihak Afrika Selatan.
Mandela menyampaikan “seruan global” kepada semua negara di Eropa, Barat, serta Amerika Latin, Afrika, dan Asia, mendesak mereka mengikuti dan mendukung kasus yang diajukan Afrika Selatan.
“Kami sangat senang mendengar Spanyol dan negara-negara lain kini telah mengakui Palestina sebagai satu negara, dan kami akan terus menyerukan lebih banyak negara untuk mengikuti hal yang sama,” tutur dia.
Afrika Selatan adalah negara pertama yang meminta Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mengadili Israel atas tuduhan genosida setelah serangan 7 Oktober 2023.









