Daftar Perairan di Indonesia yang Diprediksi Bakal Terjadi Gelombang Tinggi Selama Sepekan

oleh -118 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Gelombang ekstrem setinggi lebih dari 6 meter diprediksi bakal terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia selama sepekan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub menerbitkan maklumat untuk kewaspadaan aktivitas pelayaran. Maklumat Nomor 81/Phbl/2021 tertanggal 12 Agustus itu menjadi warning bagi segala bentuk aktivitas di perairan laut Indonesia.

Maklumat Pelayaran itu berisi instruksi kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, Kepala Kantor KSOP, Kepala Kantor UPP, Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Kepala Pangkalan PLP, serta Kepala Distrik Navigasi di seluruh Indonesia untuk mewaspadai bahaya cuaca ekstrem selama 1 (satu) pekan ke depan dan perkiraan adanya gelombang ekstrem diatas 6 Meter. 

Wilayah perairan yang diperkirakan bakal terjadi gelombang tinggi lebih dari 6 meter itu yakni Perairan Timur Enggano, Perairan Selatan Banten, Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Selatan, Jawa Timur.

Sementara gelombang tinggi di atas 4-6 meter diperkirakan akan terjadi di Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh hingga Mentawai, Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, Perairan Selatan Jawa Barat hingga Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok, Alas bagian Selatan, Selat Sumba bagian Barat, Samudra Hindia Selatan – Bali hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga  RSUD Labuha dan Gedung DPRD Rusak Akibat Gempa Dangkal di Halmahera Selatan

Gelombang 2,5-4 menter diperkirakan akan terjadi di Perairan Selat Malaka bagian Utara, Perairan Timur Simeulue, Teluk Lampung bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, Perairan Pulau Sawu – Pulau Rotte – Kupang, Laut Sawu, Laut Jawa, Selat Karimata bagian Selatan, Laut Arafura.

Gelombang 1,25-250 meter diperkirakan terjadi di Perairan Timur Kepulauanan Nias hingga Mentawai, Selatan Sumba bagian Timur, Selat Ombai, Perairan Selatan Kepulauanan Anambas, Perairan Timur Bintan – Linggi, Laut Natuna, Perairan Utara Bangka, Perairan Belitung – Selat Gelasa, Selat Karimata bagian Utara, Perairan Utara Pulau Jawa hingga Kepulauanan Kangean, Perairan Selatan Kalimantan.

Selain itu, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian Selatan Dan Tengah, Laut Bali – Laut Sumbawa, Selat Lombok bagian Utara, Perairan Sabalana – Selayar, Teluk Bone bagian Selatan, Laut Flores, Perairan Baubau – Wakatobi, Laut Sulawesi bagian Timur, Perairan Selatan Pulau Buru – Pulau Seram, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata – Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei – Kepulauan Aru, Perairan Jayapura – Sarmi, Samudra Pasifik Utara Jayapura.

Baca Juga  Ada Orang Luar yang Bajak Partai, Pakar: KLB Demokrat Beda dengan PKB dan PDI

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad menyampaikan maklumat ini dikeluarkan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

“Berdasarkan hasil pemantauan BMKG tanggal 11 Agustus 2021, diperkirakan pada tanggal 11 sampai dengan 18 Agustus 2021, cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi di beberapa wilayah,” kata Ahmad di Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Ahmad menegaskan, sehubungan dengan hal tersebut, seluruh Syahbandar diinstruksikan untuk meng-update kondisi cuaca melalui bmkg.go.id setiap harinya. Lalu, menyebarluaskanya kepada pengguna jasa, termasuk publikasi di terminal atau tempat embarkasi debarkasi penumpang.

Syahbandar juga diminta untuk menunda Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sampai kondisi cuaca benar-benar aman untuk berlayar.

Baca Juga  Peringati HUT ke-9, DPD Partai Nasdem Bagikan 2000 masker dan 150 Sembako

“Kegiatan bongkar muat barang diawasi untuk memastikan kegiatan dilaksanakan dengan tertib dan lancar, muatan dilashing, kapal tidak overdraft serta stabilitas kapal tetap baik. Apabila terjadi tumpahan minyak di laut agar segera berkoordinasi dengan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) terdekat untuk membantu penanggulangan tumpahan minyak,” kata Ahmad.

(red/akurat)

No More Posts Available.

No more pages to load.