Dana Transfer Dipangkas, Bupati Halsel Hadapi Dilema: Infrastruktur atau Layanan Dasar

oleh -56 views
Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, mengaku berada dalam posisi dilematis antara membiayai pembangunan infrastruktur atau memenuhi layanan dasar masyarakat.

“Kita dihadapkan pada kewajiban menganggarkan sektor pendidikan dan kesehatan sesuai ketentuan, sementara kebutuhan pembangunan infrastruktur juga sangat besar,” kata Bassam.

Beban Belanja Pegawai dan Pilihan Sulit

Di sisi lain, meningkatnya jumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) turut membebani struktur APBD. Saat ini, belanja pegawai di Halmahera Selatan berada pada kisaran 37 hingga 40 persen dari total anggaran daerah.

Meski sejumlah daerah mulai mengambil langkah merumahkan PPPK, Bassam menegaskan kebijakan tersebut tidak akan diambil di wilayahnya.

Menurutnya, keberadaan PPPK—terutama tenaga kesehatan dan guru di pelosok—memiliki peran penting tidak hanya dalam pelayanan publik, tetapi juga dalam menjaga perputaran ekonomi desa.

“Kita memahami betul bahwa tenaga kesehatan di puskesmas dan para guru di sekolah-sekolah membelanjakan pendapatan mereka di desa-desa. Kalau mereka dirumahkan, siapa lagi yang akan membelanjakan uang di desa-desa itu?” ungkapnya.

Baca Juga  Fraksi NasDem DPRD Maluku Gerak Cepat Tindaklanjuti Aduan Warga

Jaga Daya Beli, Stabilkan Ekonomi Daerah

Di tengah keterbatasan fiskal, Pemkab Halmahera Selatan memilih fokus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melalui daya beli.

Bassam menilai, aparatur sipil negara yang menerima gaji dari APBD saat ini menjadi motor utama perputaran ekonomi di daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.