Demokrasi Dalam Bayangan Media Baru

oleh -23 Dilihat

Itu sebabnya, media (pers) disebut salah satu pilar demokrasi, yang bertugas memberi edukasi ke masyarakat dan melakukan kontrol sosial. Di media massa konvensional, pesan-pesan edukasi itu datang dari jurnalis dan kalangan akademisi (ilmuan), aktivis, politisi bahkan masyarakat biasa. Dari kalangan jurnalis, pesan edukasi datang lewat produk jurnalisme seperti straight news, feature, maupun tajuk rencana.

Sedangkan dari kalangan eksternal media, pesan itu berupa film, esai (opini), resensi, cerpen, hingga puisi. Namun, karena pesannya hanya bersifat satu arah, media memiliki peran dominasi dalam memainkan opini publik. Lewat framing, media bisa memiliki kecenderungan pada kelompok tertentu. Apalagi bila media mengedepankan kepentingan komersial dan punya hubungan dengan politisi, keberpihakan pada publik hanya tinggal harapan.

Baca Juga  400 Kilogram Merkuri Senilai Rp800 Juta Hilang dari Rupbasan Ambon, Polda Maluku Selidiki

Wajar saja, kata Noam Chomsky (2009), fakta di media massa hanyalah hasil rekonstruksi dan olah pekerja redaksi. Walaupun mereka telah bekerja dengan menerapkan teknik-teknik jurnalistik yang presisi, tetap saja tidak dapat dikatakan apa yang mereka tulis adalah fakta yang sebenarnya. Rekonstruksi itu sangat tergantung pada bagaimana orang di balik media dalam melakukan kerja-kerjanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.