Hal yang sama dilakukan oleh Rodrigo Duterte di Filipina. Ia menjadikan penjahat narkoba dan koruptor sebagai musuh bersama. Perang melawan penjahat narkoba dan koruptor dijadikan alasan untuk menjustifikasi kebijakan yang otoritarian. Rezim Prabowo mempunyai kecenderungan yang sama.
Abraham Maslow (1966) mengemukakan teori bias kognitif. ‘’ if the only tool you have is a hammer, you’ll treat everything as if it were a nail’’, kalau kamu punya palu, kamu akan perlakukan semuanya seperti paku.’’
Mungkin Prabowo mengalami bias kognitif itu. Siapa tahu?










