Diserang OTK di Hutan Halmahera, 3 Warga Halteng Ditemukan Tak Bernyawa

oleh -170 views

Melansir Halmaherapost.com, Selasa 23 Maret 2021, Ateng Piniti – menantu dari korban tewas bernama Masani – , mengabarkan saat ini mereka sedang menuju ke lokasi jenazah ditemukan. “Masih 1 kilometer lagi baru sampai di lokasi,” ujar Ateng.

Ateng menjelaskan, tim evakuasi yang terdiri dari warga Desa Masure, Patani Timur, dibagi 3 kelompok. “Kami sudah menempuh 2 jam perjalanan dari desa,” katanya.

Ia mengaku sudah ada aparat keamanan yang berjaga di lokasi jenazah ditemukan. “Jadi kami 3 kelompok ini datang untuk membawa jenazah ke desa,” jelasnya.

Seorang sumber yang enggan namanya dipublish, mengungkapkan 7 orang tersebut masuk hutan pada Sabtu 20 Maret 2021 pagi. “Mereka diserang OTK menjelang sore,” katanya.

Menurut keterangan dari salah satu korban, lanjut dia, tujuan mereka ke hutan untuk mendulang emas. “Memang kabar yang beredar mau jerat burung, tapi pengakuan dari korban yang selamat, mau dulang emas,” ungkapnya.

Baca Juga  Menteri Nusron Instruksikan Jajaran Tuntaskan Berkas Layanan Pertanahan

Ditanya keterlibatan anggota Babinsa ikut dalam rombongan tersebut, ia mengaku tidak tahu. “Setahu saya karena mereka itu baku teman, jadi mungkin baku ajak masuk hutan itu,” katanya.

Ia menjelaskan, lokasi dulang emas berada di aliran Sungai Gwonley, Patani Timur, Halteng. Kawasan tersebut adalah bekas perusahaan kayu milik seorang pria berdarah China yang oleh masyarakat setempat akrab disapa Amen.