Diam Bukan Pilihan

oleh -141 views

Dia tahu persis itu. Dia tahu juga tahu persis bahwa ia harus menang satu putaran. Bila pemilihan terseret hingga ke dua putaran, boroknya akan semakin kelihatan. Apa yang dulu digaungkan sebagai sukses oleh buzzer-buzzernya akan tergerus. Ini tidak boleh terjadi.

Jadi tidak ada kamus kalah. Dia kerahkan semua daya, tekan semua pihak untuk ikut jalannya. Ia memelihara kasus-kasus korupsi para elit yang ada di lingkarannya. Ia menjadikan kasus-kasus itu sebagai sandera. Bila ada yang tidak ikut dengan kemauannya maka kasusnya akan diproses.

Kemarin saya baca kakak seorang menteri mengatakan bahwa orang-orang yang menguasai 1/3 ekonomi Indonesia. Tentu ini sebuah kekuatan luar biasa. Namun ingat orang-orang ini memandang politik sebagai bisnis. Ini adalah bagian dari transaksi.

Baca Juga  Analis Prediksi Dolar AS Berpotensi Tembus Rp18.000, Ini Sederet Dampak Buruknya

Kini ia dengan berani mengatakan bahwa posisinya sebagai presiden harus memihak. Saya pernah menganjurkan dia untuk segera saja mengumumkan dukungan kepada Simbah Kwalon dan anaknya. Tentu saja maksud saya adalah menyampaikan sinisme yang luar biasa.

Dan persis itulah yang dia lakukan. Apakah ini etis? Ah sudahlah! Berhentilah mengharap bahwa dia akan taat pada norma atau etika. Dia tidak punya pilihan lain selain menang dengan segala cara.

No More Posts Available.

No more pages to load.