Pemakluman terhadap kemampuan orang lain adalah kerendahan hati untuk berjejaring, saling belajar, dan berupaya untuk mendengarkan dengan lebih banyak. Metafora paling tempat untuk segala jenis penerimaan ini adalah ungkapan hikmah tentang “keharusan menjadi” dari Maulana Jalaludin Rumi. Bahwa : “Dalam hal kedermawanan dan menolong, jadilah sungai. Ia mengalir dan tak mengharap kembali. “Dalam kasih sayang dan berkah jadilan seperti matahari”. Memberi kehangatan pada siapa saja. “Dalam hal menutupi aib, jadilah seperti malam”.
Gelap dan menutupi pandangan. “Dalam hal marah, jadilah seperti orang mati”.
Cara paling baik untuk mengendalikan diri adalah diam. “Dalam hal kesederhanaan dan kerendahan hati jadilah seperti bumi”. Meski menghidupkan namun tetap berada dibawah langit. “Dalam hal toleransi, jadilah seperti laut”. Lapang, titik tuju dari segala sungai dan mata air yang mengalir. Lalu menampung segala yang berbeda dalam keterluasannya. (*)




