Di Antara Kebisingan-Kebisingan

oleh -22 Dilihat

Penerimaan atas dua sisi kehidupan mengajak kita untuk melihat lebih jauh, lebih lengkap dan lebih dalam semua sisi kehidupan. Tak ada yang dilewatkan ataupun ditolak dengan emosi apalagi pelarian. Sehingga, konsep mendalam dari kehidupan adalah: ia tak sekadar dijalani secara sadar, melainkan dimaknai secara terus menerus dalam terang pencarian. Diselami dengan dalam, meskipun kadang beriringan dengan sederet kejutan.

Kiasan ini bisa kita temukan kaitannya dalam potongan karya Franz Kamphaus, berjudul Weltblick (2004:18). Iamenasihati dengan baik, “siapa percaya, dia melihat dan menembus jauh. Siapa berdoa, dia tak tinggal berdiri di depan cermin—berhenti pada dirinya dan puas mengagumi wajahnya. Ia melihat lebih jauh , melampaui dirinya”.

Persisian Makna dan Perkenalan-Perkenalan

Baca Juga  Kabut Asap Meluas di Ambon, DPRD Maluku Desak Pemda Lindungi Kesehatan Siswa

Meski kehidupan datang sebagai kejutan, ia mesti diterima secara lapang. Makna-makna disusun karena kehidupan punya dua sisi tadi. Penderitaan dan Kebahagiaan. Keduanya tak hadir begitu saja melainkan didorong oleh situasi-situasi yang saling mengisi. Persis seperti energi dalam rumusan hukum termodinamika pertama a la Perscott Joula: “energi tak dapat diciptakan atau dihilangkan, melainkan dapat dirubah dari suatu bentuk ke bentuk lain”. Kehidupan berpindah dari satu penderitaan ke kebahagiaan-kebahagiaan yang lain, dari satu kebahagiaan ke penderitaan-penderitaan lain–yang kehadirannya tentu disusun oleh kondisi-kondisi tertentu. Baik yang bisa kita ciptakan ataukah berada dalam kendali kita. Singkatnya tak ada bahagia dan derita yang hadir begitu saja.