Di Antara Kebisingan-Kebisingan

oleh -22 Dilihat

Dalam Kratylos (402a), Platon pernah menulis dialog lama tentang kehidupan yang relatif antara Heraclitos dan Socrates. Ia menulis seperti ini : “Socrates : Heraclitos  says, you know, that all things move and nothing remains stills, and he likens, the universe to the current of a river, saying that you cannot step twico into the same stream”. Semua dari kehidupan ini sementara bergerak dalam proses menjadi, berubah dan tak ada yang menetap. Hoti  panta chorei kai ouden menei.

Kehidupan yang terus berubah, pilihan-pilihan yang dibuat, dan perkenalan-perkenalan yang luas, telah mengantarkan kita pada sebuah kebebasan sekaligus ketergantungan. Kebebasan memberi kita untuk keleluasaan untuk mengendalikan segala sesuatu dalam hidup kita.

Baca Juga  BMKG Sula Peringatkan Kabut Asap, Jarak Pandang di Taliabu dan Mangoli Terganggu

Sementara ketergantungan mengajarkan kita tentang batas-batas kemampuan yang kita bisa dan tidak. Misalnya kehidupan kita hari ini adalah hasil dari pilihan-pilihan kita di masa sebelumnya. Sehingga kita berhak membuat keputusan dan visi kehidupan berdasarkan kebebasan yang kita punya. Tapi pada sisi lain kita tidak bisa mengubah keputusan-keputusan yang berada diluar kemampuan kita.

Dua persoalan yang digambarkan Epictetus dalam Enchiridion. Sebuah karya yang terbit pada Anno Domini  125 (Abad 125 Setelah Masehi). Epictetus menulis “some things are up to us, some things are not up to us”. Bahwa, ada hal-hal yang berada dalam kendali kita (tergantung kita), tapi beberapa hal tidak dalam kendali (tidak bergantung) pada kita.Sebuah pelajaran tentang pentingnya menempatkan kemampuan, batasan-batasannya serta memaklumi kemampuan orang lain.