Porostimur.com | Ambon: Provinsi Maluku menjadi salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia. Tak heran jika pemerintah menetapkan Provinsi Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), yang ditargetkan akan dibangun pada akhir tahun 2021. Guna mendukung hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) menggelar kegiatan Pelatihan Aspirasi Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok, yang dilaksanakan selama dua hari pada 23-24 Agustus 2021.
Diinisiasi oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Abdullah Tuasikal, kegiatan pelatihan ini menjadi perhatian pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan budidaya ikan air tawar. Budidaya ikan nila sangat penting terutama menerapkan metode bioflok dengan keuntungan padat tebar lebih banyak dengan pengelolaan lebih efisien dalam jangka panjang. Dalam hal ini ia menyampaikan, Provinsi Maluku juga disebut sebagai Lumbung Ikan Nasional dalam pemanfaatan potensi perikanan yang berkelanjutan.
“Adanya kegiatan ini merupakan pemanfaatan potensi perikanan berkelanjutan dan diharapkan dapat memenuhi konsumsi masyarakat. Salah satu tahapan pokok LIN adalah peningkatan kapasitas SDM yang kompeten, dengan harapan masyarakat Maluku menjadi pemain utama sektor perikanan bukan penonton. Untuk itu, budidaya ini perlu dilakukan guna mendukung Maluku sebagai LIN,” ujarnya.




