Porostimur.com, Jakarta — Upaya Harita Nickel dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik (Good Mining Practices/GMP) di Pulau Obi, Halmahera Selatan, kembali mendapat sorotan positif. Kali ini datang dari kalangan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menilai perusahaan tersebut menunjukkan keseriusan dalam mengelola air tambang dan menjaga ekosistem perairan di sekitar wilayah operasionalnya.
Penilaian itu disampaikan peneliti ITB, Sonny Abfertiawan, yang menekankan bahwa pengelolaan air merupakan aspek krusial dalam industri pertambangan, terutama di wilayah dengan karakter lingkungan sensitif seperti Pulau Obi.
“Harita Nickel adalah salah satu perusahaan yang telah menerapkan prinsip GMP dengan serius. Meski harus diakui, penerapan di lapangan selalu menghadapi tantangan karena kondisi alam yang sangat dinamis,” ujar Sonny dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Aset Air Pulau Obi yang Bernilai Tinggi
Sonny menjelaskan, komitmen pengelolaan air tambang menjadi sangat penting mengingat Pulau Obi memiliki aset lingkungan strategis berupa Sungai Akelamo dan Danau Karo. Berdasarkan hasil kajian, kedua sumber air tersebut memiliki kualitas yang sangat baik serta debit aliran yang potensial untuk dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat maupun industri.










