“Dirty Vote” Film Dokumenter yang Menghebohkan

oleh -339 views

Anti klimaks dari nafsu kekuasaan Jokoow semakin meninggi ketika partai-Partai Koalisi pendukung jagoannya tidak mampu mencapai kata sepakat tentang siapa yang akan mendampingi Prabowo di pilpres. Tiba-tiba drama yang menggelikan itu terjadi lagi. Wacana mencawapreskan Putra sulung Jokowi (Gibran) semakin menguat. Bahkan dibangun persepsi bahwa dialah yang dapat menyatukan partai-partai koalisi Prabowo.

Dari sini kita semua tahu cerita selanjutnya. Umur Gibran yang belum memenuhi syarat pencawapresan menjadi ganjalan. Maka yang harus dilakukan adalah merubah peraturan itu melalui Mahkamah Konstitusi yang juga diketuai oleh paman Gibran dan adik ipar Presiden. Perubahan itupun terjadi dengan terbukti melanggar etika berat. Sang paman pun harus menerima nasib dipecat dari posisi keketuaan MK.

Baca Juga  Bupati Haltim Instruksikan OPD Tuntaskan Program APBD Induk Sebelum Bahas APBD Perubahan

Dengan lolosnya Gibran melalui proses manipulatif dan nepotis ini, lengkaplah semua alasan untuk Presiden melakukan pelanggaran-pelanggaran. Dan itu dilakukan tanpa malu-malu lagi. Di masa Presiden mana saja sebelumnya tidak ada presiden aktif yang terbuka mendukung, bahkan membuka diri untuk kampanye bagi paslon tertentu. Kali ini bahkan mengatakan terbuka jika presiden bisa mendukung dan berkampanye. Lebih jauh karena Presiden mendukung, terbukalah negara dipakai (aparat dan fasilitas) untuk mendukung dan kampanye bagi paslon tertentu (baca no 2).

No More Posts Available.

No more pages to load.