Doa di Bibir, Korupsi di Hati: Mengapa Agama Tak Mampu Cegah Korupsi?

oleh -581 views

Keteladanan yang Rusak dan Penegakan Hukum yang Lemah

Kegagalan agama mencegah korupsi juga tak lepas dari buruknya keteladanan para pemimpin dan lemahnya penegakan hukum. Ketika pejabat tinggi yang kerap berbicara tentang moral dan agama justru terlibat korupsi, maka hilanglah harapan publik pada teladan kebaikan.

Hukum yang semestinya menjadi pagar pelindung justru penuh kompromi. Kasus-kasus besar sering berakhir dengan hukuman ringan atau permainan politik di belakang layar.

Agama Seharusnya Menjadi Etika Sosial dan Moral Publik

Agama sejatinya tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah), tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesama (hablum minannas).

Buya Syafii Maarif pernah berpesan, “Tak ada gunanya shalat, zakat, puasa, jika tangan masih tega mencuri hak rakyat.”

Baca Juga  Perempuan yang Dipinjam Laut

Begitu juga Prof. Azyumardi Azra yang mengingatkan bahwa “Agama mestinya hadir dalam tindakan, bukan sekadar di lisan.”

Jika agama hanya berhenti di mimbar, tanpa menjadi kekuatan moral dalam tindakan sehari-hari, maka agama hanya menjadi topeng, sementara kejahatan terus berjalan.

Saatnya Kembali ke Hakikat Agama yang Membangun Moral Bangsa

Korupsi yang merajalela di negeri ini adalah tanda bahwa agama kita sedang mengalami krisis makna.
Untuk itu, perlu gerakan bersama untuk:

No More Posts Available.

No more pages to load.