Porostimur.com, Ambon – Setelah pertama kali berlayar Maret lalu, film dokumenter Before You Eat akhirnya berlabuh di Ambon, Maluku. Ini adalah kali pertama film BYE membuka layar di Indonesia Timur.
Film yang diproduksi oleh Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan didukung oleh Greenpeace ini dibuat sebagai desakan bagi pemerintah Indonesia untuk serius membenahi kebijakan tata kelola perekrutan ABK Indonesia, serta bersikap lebih tegas dalam memberikan perlindungan pada ABK Indonesia yang bekerja di kapal ikan asing.
Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia, Afdillah mengatakan, apa yang digambarkan dalam film ini hanyalah sebagian kecil dari fakta lapangan yang terjadi dan menimpa para ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan asing.
“Jika merujuk pada data SBMI, jumlah ABK yang mengadu hingga 2021 mencapai 634 kasus. Itu hanya yang mengadu pada SBMI. Belum lagi yang mengadu pada serikat lain. Dan sampai hari ini kita tidak tahu berapa jumlah ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan asing. ABK ini berasal dari seluruh wilayah Indonesia termasuk Maluku,” kata Afdillah dalam diskusi yang digelar bersama jurnalis di Canie Coffee, Ambon, Rabu (28/9/2022)
Kata Afdillah, perlu dukungan banyak pihak salah satunya jurnalis untuk mengawal isu-isu perbudakan ABK ini agar semakin banyak masyarakat paham dan tidak terjebak dalam praktik perbudakan yang kerap diawali dengan iming-iming manis. Media, kata dia punya tugas untuk mengedukasi serta menjadi salah satu alat untuk mendesak perubahan kebijakan.











