Chirzin menjelaskan, penurunan foto tersebut bukan sekadar tindakan simbolis, melainkan mengandung pesan politik berupa desakan agar Gibran melepaskan jabatan wakil presiden.
“Penurunan foto Gibran di ruang sidang DPRD DIY mengandung pesan penurunan Gibran harga mati,” ujar Chirzin.
Rangkaian respons dari Guntur Romli dan Jazilul Fawaid memperlihatkan bahwa aksi di DPRD DIY telah berkembang menjadi perdebatan politik yang lebih luas, terutama menyangkut legitimasi proses pencalonan Gibran dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
(red/ic)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com











