“Hari Jadi Kota Ternate bukan hanya peringatan usia, tetapi refleksi atas perjalanan panjang negeri ini yang lahir dari rahim sejarah, tumbuh dari kearifan lokal, dan besar karena kekuatan budaya serta nilai-nilai leluhur,” tegasnya.
Mengusung tema Melestarikan Budaya Tanah Leluhur, Wali Kota menekankan bahwa pelestarian budaya merupakan sebuah keharusan di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi.
“Budaya adalah identitas, budaya adalah ruh, dan budaya adalah penopang karakter masyarakat Kota Ternate. Oleh karena itu, pelestarian budaya bukan pilihan, melainkan sebuah keharusan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian strategis Kota Ternate sepanjang tahun 2025, di antaranya perolehan penghargaan Kota Sehat kategori Swasti Saba Wiwerda, masuk Zona Hijau MCSP KPK dengan capaian 91 persen, penyediaan ambulans laut bagi Kecamatan Moti, Hiri, dan Batang Dua, serta penetapan Makam Sultan Baabullah sebagai cagar budaya peringkat nasional.
“Capaian ini merupakan bukti komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas,” tuturnya.
Menutup pidatonya, Wali Kota menegaskan bahwa HAJAT ke-775 harus menjadi titik kebangkitan semangat kolektif dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal sebagai landasan pembangunan berkelanjutan.










