Porostimur.com, Ambon – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, menemukan sejumlah masalah mengenai pendidikan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Temuan itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku Saudah Tuankotta Tethool, di gedung wakil rakyat Karang Panjang, Ambon, Selasa (4/3/2025).
Tuankotta menerangkan, pihaknya menemukan beberapa masalah pendidikan saat melakukan pengawasan di daerah tersebut, seperti kebutuhan pembangunan gedung sekolah baru, kesejahteraan guru, serta kepala sekolah yang masih berstatus pelaksana tugas (PLt).
“Pengawasan ini dilakukan melalui kunjungan langsung ke beberapa sekolah, serta rapat dengan kepala sekolah dan dewan guru. Dan salah satu temuan utama adalah kondisi fisik sekolah yang sudah lama berdiri namun belum mendapat pembangunan gedung baru,” tutur Saudah.
Tuankotta mengaku, kerusakan pada gedung sekolah tersebut, akibat gempa yang terjadi pada beberapa tahun lalu, termasuk Sekolah Mengenah Atas (SMA) Negeri 1 SBB, yang sudah berusia 45 tahun juga mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
“Jadi mereka meminta pembangunan gedung baru karena kondisi bangunan sudah tidak layak. Sekolah juga membutuhkan tambahan ruang kelas, ruang guru, aula, serta pagar. Tapi anggaran dari pusat hanya tersedia untuk rehabilitasi, bukan pembangunan baru,” ujarnya.









