Dramaturgi di Panggung Sastra

oleh -400 views

Aku ceritakan padamu tentang orang-orang yang tak pernah dikenal dalam dunia sastra sebagai penulis karya sastra, tiba-tiba muncul di panggung sastra sebagai sastrawan. Sebut saja Ja Rittop — aku kasih nama rittop (bahasa Batak artinya miang) — yang kehadirannya membuat orang lain selalu merasa gatal seluruh tubuh mereka sampai pikiran. Ja Rittop di sini nama yang simbolik, dan kau pasti sudah bisa menebaknya.

Ja Rittop ditemukan oleh seorang sastrawan yang gemar berorganisasi dengan membentuk komunitas dan menjadi aktor yang seakan-akan menghidupkan HB Jassin dalam dirinya. Dia mengandaikan dirinya sebagai Jassin, dan menereskan kerja Jassin dalam mencari dan menemukan talenta baru dalam dunia sastra untuk diwosuda sebagai sastrawan.

Baca Juga  KTM RC450 2026 Meluncur, Harga Rp 87 Jutaan

Kau tahu, Jassin adalah “guru besar” dalam dunia sastra kita yang kerjanya “mewisuda” orang menjadi sastrawan, dan Jassin melakukan hal itu lewat tulisan-tulisan apresiasi yang kemudian diterbitkan di media-media di mana dia bekerja, lalu tulisan-tulisan itu dikumpulkan dan diterbitkan kembali jadi buku oleh Penerbit Budaya Jaya, Penerbit Balai Pustaka, atau penerbit lainnya. Kau bisa membaca buku Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45 yang tak berisi kajian atas inovasi atau impresi dari karya-karya Chairil Anwar dibandingkan karya lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.