Dua Puisi Imran R. Allyf

oleh -142 views

Perempuan dengan mata coklat.
Rambut pata-pata mayang.
Kulit hitam manis manggustan.
Kebaya hijau metalik dibalut jaket.
Tetap menunduk pandang dari birahi.

Percayalah
Aku tak pandai merayu ataupun menggoda.
Yang bisa kulakukan adalah : Mencintaimu tanpa Kau tahu.
Sebab mengagumi mu dari jauh.
Mendo’akanmu dalam diam, itulah cara Aku mencintai.

Aku tak punya kata romantis apalagi
Jangankan berpuisi untukmu, memikir mengirim apa untuk dirimu hari ini saja aku sudah sesusahpayah ini.

Kau Adalah Puisi Diisi Kepala Ku.
Wewangian mu dapat mengalahkan puisi-puisi patah.
Senyummu mampu menembus lapisan dinding sel.

Semoga saja di sore berikutnya.
Kita sudah duduk sama-sama pada satu meja.
Ditemani dua cangkir kopi, namun beda isi dan rasa.
Kau memesan Cappuccino, sedang Aku memesan Kopi Tubruk.
Kita sama-sama meneguk, lalu tertawa bersama.
Meski kita beda perihal rasa dan keterbatasan.
Kau yang lebih suka Cappuccino, dan Aku yang lebih suka Kopi Tubruk namun hati kita telah terikat padu.

Baca Juga  Dorong Produktivitas Petani, Bupati Halbar Serahkan Traktor Bantuan Kementan

Perbedaan itu indah bukan.
Sebab hal-hal yang aneh, mampu menyatukan hal yang ajaib sekalipun.

19, April 022.Watu-watu

Endang Triana

========

No More Posts Available.

No more pages to load.