Dino Umahuk juga menyatakan hal yang sama. Menurut dia, ada banyak sekali lagu di Indonesia yang dikerjakan secara kolaboratif antara penyair dan musisi.
Keintiman sastra dan musik, menurut Dino, dapat juga ditemukan dalam musik-musik Maluku. Banyak lagu Maluku dikerjakan dari penggalian terhadap kapata-kapata Maluku.
“Kalau lihat album Beta Maluku dari Molukka Hiphop Community, di situ lagu-lagunya diambil dari kapata sebagai karya sastra asli Maluku,” kata Dino.
Rocky Tahapary mengaku senang bisa menggarap video musik Eko and The Rua. Menurut dia, video ini adalah karya perdananya bersama musisi di Ambon. Meskipun baru berkenalan dengan Eko and The Rua, kata Rocky, ia menemukan chemistry bersama ketiga sosok dalam proses pembuatan video ini.
Sebaliknya, menurut Eko, Filia, dan Marissa, mereka nyaman bekerja dengan Rocky Tahapary dan Mickhen Leinussa dan seluruh tim.
Dalam diskusi di Kafe Bahasa Basudara, setelah premiere, hampir semua penanggap memberi respon positif terhadap lirik, musik, vokal, dan video “mantan toxic”. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










