Porostimur.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I sebesar 5,01% secara tahunan. Hampir seluruh provinsi mencatatkan pertumbuhan positif, kecuali ekonomi Papua Barat yang terkontraksi 1,01%.
Pertumbuhan ekonomi tertinggi terutama dicatatkan oleh Maluku Utara yang mencapai 29,63%, disusul Sulawesi Tengah 10,49% dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 7,76%.
Ekonomi Maluku Utara melesat terutama karena kinerja sektor industri pengolahan yang melonjak 138,92%.
“Fenomena ini terjadi karena penambahan jumlah smelter yang memproduksi ferro nickel dan MHP serta terjadi peningkatan volume ekspor ferro nickel sebesar 98,73%,” kata Kepala BPS Maluku Utara Aidil Adha dalam konferensi pers, Senin (9/5/2022).
Meski demikian, andil Maluku Utara terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hanya 0,38%, lebih rendah dibandingkan andil Papua Barat sebesar 0,49% meski terkontraksi.
Adapun tiga provinsi dengan kinerja perekonomian terburuk pada tiga bulan pertama tahun ini, yakni Papua Barat minus 1,01%, Sulawesi Barat tumbuh 0,93% dan Bali 1,46%.
Margo menjelaskan, pertumbuhan negatif di Papua Barat terjadi karena empat dari lima lapangan usaha yang menjadi sumber pertumbuhan utama wilayah ini mengalami kontraksi.




