Tak hanya itu, Pemprov Maluku juga meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dengan predikat “Informatif”, SPM Awards 2025 sebagai provinsi terbaik di wilayah Maluku-Papua, serta peringkat kedua nasional TPID Awards untuk wilayah Timur Indonesia.
“Penghargaan yang kita raih bukanlah tujuan akhir, melainkan pemicu untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Lewerissa.
Tekankan Pembangunan Sensitif Konflik
Dalam arah kebijakan pembangunan ke depan, Gubernur menekankan pentingnya pendekatan sensitif konflik dalam setiap program.
Menurutnya, pembangunan harus memperkuat nilai persaudaraan dan kearifan lokal seperti Pela Gandong, bukan justru memicu potensi konflik baru.
Sebagai Ketua Badan Kerjasama Provinsi Kepulauan, ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal RUU Daerah Kepulauan agar segera disahkan menjadi undang-undang.
Musrenbang tersebut secara resmi dibuka dengan pemukulan tifa oleh Gubernur bersama Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, disaksikan para kepala daerah, Forkopimda, serta perwakilan pemerintah pusat.
Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Daya Saing Daerah dan Transformasi Ekonomi Inklusif Berbasis Potensi Lokal” sebagai arah pembangunan Maluku ke depan. (Leonard Manuputty)









