Empat Desa di Wetar Selatan Belum Dilayani Kapal Perintis, Anos Yeremias: Negara Harus Hadir

oleh -53 Dilihat
Anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yeremias, S.Sos., M.Si, meminta pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Maluku segera membuka akses pelayanan kapal perintis bagi masyarakat di empat desa tersebut.

Persoalan yang sama terjadi dalam sektor kesehatan.

Ketika warga membutuhkan penanganan medis lanjutan, mereka harus mencari perahu atau speedboat untuk menuju puskesmas maupun rumah sakit. Proses evakuasi pun tidak selalu mudah karena sangat bergantung pada kondisi gelombang dan angin.

Anos mengaku mendengar langsung keluhan tersebut saat mengunjungi Desa Masapun dan Desa Mahuan dalam agenda kunjungannya ke MBD pada September 2026.

“Masyarakat tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya mengharapkan pelayanan transportasi laut yang terjadwal, terjangkau dan aman,” tegasnya.

Anos Dorong Trayek Baru, Opsi Deviasi Kapal Jadi Solusi Sementara

Anos mengatakan persoalan transportasi masyarakat Wetar Selatan telah disampaikan kepada Komisi V DPR RI melalui Tenaga Ahli, Sherly Wattimena.

Baca Juga  Misteri 1,7 Ton Merkuri di Pelabuhan Ambon, Pangdam Pattimura Didesak Bongkar Pemiliknya

Aspirasi tersebut juga telah diteruskan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia agar mendapat perhatian dan tindak lanjut.

Di tingkat daerah, Anos meminta Dinas Perhubungan Provinsi Maluku terus memperjuangkan agar empat desa tersebut dapat dimasukkan dalam jaringan trayek kapal perintis pada tahun anggaran berikutnya.

Menurut dia, perjuangan tersebut perlu diperkuat dengan kajian dan survei teknis mengenai kebutuhan penumpang dan angkutan barang, kondisi fasilitas pelabuhan atau titik sandar, serta pola trayek yang memungkinkan untuk melayani empat desa tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.