Empat Puisi Firman Wally

oleh -16 views

BILA KUCERITAKAN KEMBALI PADAMU

Hutan-hutan kami masih hijau kala itu
sebelum asap knalpot dan semburan pabrik
melayang di langit-langit yang biru

Tak habis ceritaku bila kukisahkan kembali
padamu tentang hutan-hutan kami
di kedai yang hanya ada aku dan kamu
melingkari meja yang ditempati segelas kopi
penghangat damai

Kala itu di bahuku masih setia parang
dan pacul
baju-bajuku selalu dibasahi peluh di setiap waktu

Bila kuceritakan kembali padamu
maka hutan-hutan kami masih nampak hijau
seperti harapanku, tatapanmu untukku
dan lagit masih selalu biru
seperti rindu di kala itu

Tahoku, 25 November 2021

========

MENGULANG SEBAGAIMANA RINDU BERPULANG

Sehabis ayam bernyanyi dengan merdu
di pagi itu
kami beramai-ramai menuju pantai
genggaman kiri kanan sudah dihiasi
tali senar, kail dan dayung

Setibanya di pantai
tak lupa tatapan yang hangat
kami lepaskan kepada laut yang selalu mengikat
di sini kami menemukan cinta yang berwarna
perihal mengulang kembali cerita
yang pernah jadi kisah di bibir ayah

Laut menyambut kami
mempercantik pertemuan
di sini kami ulang kembali kisah
awal pertama ayah menyatukan tubuh
dengan laut yang selalu biru
dari pagi hingga petang
bahkan baju di badan tak pernah kering

Di sini kami mengulang kembali
sebagaimana rindu berpulang
perihal ayah dan laut
ayah dan peluh yang selalu asin
menggenang kenang di piring
lalu kami beramai-ramai
menikmatinya di dulang paling manis

Tahoku, 25 November 2021

========

DALAM PERJALANAN

Di atas kapal yang merayap di kulit laut
kutatap teluk
yang sudah melepaskan kami menuju pulau sebarang
buih mengantarkan kami sepanjang perjalanan
desertai sentuhan angin sepoi-sepoi membelai

Dalam perjalanan
kabut putih menyambut
serupa selendang tujuh bidadari
kumenganga terpanah dalam doa
“Bila kumelangkah dengan harapan,
bersama tuhan kukembali dengan keselamatan”

Lautan Wainiru, 26 November 2021

=========

CINTA DI NUSA INA

Di dermaga yang menyambut kami
dari pulau seberang
kami dihantam dengan deru angin
dari pulau nusa ina yang berhati ibu
begitu sejuk menjaring tubuh

Kelap kelip lampu-lampu kota
berkaca pada tubuh muara
kecantikan warna warni angkringan
menjejaki kenangan untuk para perantauan

Di kota yang disebut ibu
kami menemukan kasih
sebab sekali mata melata tumbuh cinta
di mata para remaja,
dewasa hingga para pujangga
serasa bak dipeluk kala ibu memberi asi

Di dermaga nusa ina
cinta terpajang di mana-mana

Masohi, 27 November 2021

======

No More Posts Available.

No more pages to load.