Empat Puisi Firman Wally

oleh -49 views

BILA KUCERITAKAN KEMBALI PADAMU

Hutan-hutan kami masih hijau kala itu
sebelum asap knalpot dan semburan pabrik
melayang di langit-langit yang biru

Tak habis ceritaku bila kukisahkan kembali
padamu tentang hutan-hutan kami
di kedai yang hanya ada aku dan kamu
melingkari meja yang ditempati segelas kopi
penghangat damai

Kala itu di bahuku masih setia parang
dan pacul
baju-bajuku selalu dibasahi peluh di setiap waktu

Bila kuceritakan kembali padamu
maka hutan-hutan kami masih nampak hijau
seperti harapanku, tatapanmu untukku
dan lagit masih selalu biru
seperti rindu di kala itu

Tahoku, 25 November 2021

========

MENGULANG SEBAGAIMANA RINDU BERPULANG

Sehabis ayam bernyanyi dengan merdu
di pagi itu
kami beramai-ramai menuju pantai
genggaman kiri kanan sudah dihiasi
tali senar, kail dan dayung

Setibanya di pantai
tak lupa tatapan yang hangat
kami lepaskan kepada laut yang selalu mengikat
di sini kami menemukan cinta yang berwarna
perihal mengulang kembali cerita
yang pernah jadi kisah di bibir ayah

Baca Juga  Tertimpa Pohon Tumbang di Tawiri, Pengemudi Avanza Meninggal Dunia

Laut menyambut kami
mempercantik pertemuan
di sini kami ulang kembali kisah
awal pertama ayah menyatukan tubuh
dengan laut yang selalu biru
dari pagi hingga petang
bahkan baju di badan tak pernah kering

Di sini kami mengulang kembali
sebagaimana rindu berpulang
perihal ayah dan laut
ayah dan peluh yang selalu asin
menggenang kenang di piring
lalu kami beramai-ramai
menikmatinya di dulang paling manis

No More Posts Available.

No more pages to load.