Akhir pekan lalu, kantor kepresidenan Turki mengumumkan bahwa Erdogan telah melakukan percakapan via telepon dengan Putin. “Presiden Erdogan menyatakan keinginan tulusnya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina secepat mungkin,” ungkapnya, Ahad (11/12/2022) lalu.
Kendati demikian, Erdogan pun menyampaikan kepada Putin bahwa dia menolak langkah Rusia menganeksasi empat wilayah Ukraina, yakni Luhanks, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Erdogan menilai, tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat hukum internasional.
Kremlin mengonfirmasi percakapan yang dijalin Erdogan dengan Putin. Menurut Kremlin, Putin dan Erdogan pun sempat membahas tentang penerapan kesepakatan koridor gandum Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiative (BSGI). “Kesepakatan itu bersifat kompleks, yang membutuhkan penghapusan hambatan pasokan yang relevan dari Rusia untuk memenuhi permintaan negara-negara paling membutuhkan,” kata Kremlin.
BSGI disepakati Rusia dan Ukraina pada 22 Juli lalu di Istanbul, Turki. PBB dan Turki menjadi pihak yang mengawasi proses penandatanganan kesepakatan tersebut. Lewat BSGI, Moskow memberi akses kepada Ukraina untuk mengekspor komoditas biji-bijiannya, termasuk gandum, dari pelabuhan-pelabuhan mereka di Laut Hitam yang kini berada di bawah kontrol pasukan Rusia. Itu menjadi kesepakatan paling signifikan yang dicapai sejak konflik Rusia-Ukraina pecah pada 24 Februari lalu.




