Fakta Kepribadian: Selera Musik Bisa Tunjukkan Tingkat Empati Seseorang

oleh -12 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Beberapa studi psikologis telah mengungkapkan gagasan bahwa preferensi musik memiliki kaitan dengan cara kita berpikir dan bereaksi terhadap banyak hal di sekitar kita. Dikutip dari The Hill, sebuah studi menunjukkan hubungan antara genre musik yang disukai dengan kapasitas kita untuk berempati.

Menurut peneliti, empati adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memprediksi, dan merespon dengan tepat keadaan mental orang lain. Dalam hal ini, orang-orang menggunakan empati saat memahami berbagai jenis konten musik dan bereaksi terhadap musik baik secara emosional maupun fisiologis.

Para peneliti menemukan bahwa orang-orang dari tipe E, atau mereka yang menyukai musik mellow seperti genre R&B dan soft rock memiliki kecenderungan berempati, sedangkan mereka dari tipe S, yaitu orang-orang yang menyukai genre seperti heavy metal dan hard rock, cenderung menunjukkan cara berpikir berbasis logika, daripada menunjukkan empati.

Baca Juga  Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Jemaah Bisa Ambil Kembali Biaya Pelunasan, Berikut Tata Caranya

Lebih lanjut, studi yang sama juga menemukan hubungan yang menarik antara individu penyuka musik mellow sebagai pribadi yang lembut, hangat, dan sensual. Musik dengan suasana mellow cenderung dibawakan pada lagu-lagu yang mengandung kesedihan, dan kesedihan memiliki kaitan dengan kedalaman emosional.

Happy young mother and funny child daughter having fun laughing dancing sitting on couch listening to music in earphones together, smiling mom and kid wearing headphones enjoy favorite songs at homeIlustrasi mendengarkan musik. / Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes

Mereka yang memiliki kepribadian tipe S cenderung menyukai jenis musik yang bergairah tinggi, seperti lagu-lagu yang mungkin menggambarkan kekuatan, ketegangan, dan mendebarkan, serta lagu-lagu dengan kedalaman dan kompleksitas otak.

Masih dikutip dari The Hill, Psikolog musik Universitas Cambridge, David Greenberg, melakukan penelitian dengan teman-temannya pada 2016 lalu. Pada penelitian yang disebut “The Song Is You“, David ingin mengevaluasi bagaimana tiga dimensi utama musik, yaitu “gairah” (tingkat energi musik), “valensi” (spektrum dari emosi sedih ke bahagia dalam musik) dan “kedalaman” (jumlah kecanggihan dan kedalaman emosional terhadap musik), memiliki kaitan dengan sifat kepribadian Big Five, yaitu keterbukaan, kesadaran, ekstraversi, keramahan, dan neurotisisme.

Baca Juga  Tips Membeli Baju Buat Lebaran di Online Shop! Anti Zonk dan Bikin Kantong Bolong

Hasilnya menunjukkan orang yang percaya diri cenderung menikmati musik yang positif, sementara mereka yang mencari kegembiraan lebih menyukai musik yang membangkitkan gairah. David mengatakan bahwa mereka yang open-minded tidak hanya memiliki preferensi yang lebih umum soal musik, tetapi juga lebih terbuka untuk musik genre-fluid.

NEW YORK, NY - NOVEMBER 08: (EDITORS NOTE: Image has been converted to black and white.) JBL headphones on display during the TBS Comedy Festival 2017 - Ilustrasi mendengarkan musik. (Photo by Jason Kempin/Getty Images for TBS)/ Foto: Getty Images

“Pendapat musik hanyalah hiburan, atau bahkan hanya pengalaman itu sangat salah arah,” jelas David Greenberg. “Musik adalah salah satu bentuk bahasa. Musik adalah bagian dari evolusi manusia, dan itu tertanam kuat di otak kita,” imbuhnya.

Fakta lain mengungkapkan tes kepribadian 16 Personalities oleh Myers-Briggs, menemukan hubungan kuat antara selera musik dengan 16 tipe kepribadian berbeda yang mereka identifikasi. Tipe kepribadian “Analyst”, memiliki kecenderungan menyukai musik seperti rock, klasik dan jazz. Mereka juga cenderung menggunakan headphone.

Sedangkan tipe kepribadian “Diplomat”, cenderung menyukai musik yang memiliki kedalaman emosional, seperti blues, soul, dan alternatif.

Baca Juga  Grup band, Base Jam rilis single "Salah Suka"

(red/beautynesia)

No More Posts Available.

No more pages to load.