Aktivis PMKRI Desak Pemprov Maluku Pastikan Temuan Gas Alam Reyamru

oleh -249 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Aktivis PMKRI Cabang Ambon, Philipus Renyaan meminta perhatian Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas ESDM untuk memastikan temuan sumber energi yang diduga gas alam di Ohoi Reyamru, Kecamatan Kei Besar Tengah, Kabupaten Maluku Tenggara.  

Kepada jurnalis Porostimur.com, di Ambon, Selasa (7/9/2021) Renyaan mengatakan, sudah sejak tahun 1950-an, warga Reyamru telah menemukan luapan energi di atas lahan milik warga setempat.  

Ia merinci, warga Reyamru sudah sering mengutak-atik sumber energi tersebut, namun tidak jelas, jenis energi seperti apa.  Atas dasar itu, ia meminta adanya penelitian oleh pakar energi yang difasilitasi pemerintah daerah Provinsi Maluku.

“Warga maupun pemerintah perlu tahu secara pasti sumber energi ini dari jenis apa, dan berapa besar potensi yang dikandung. Selain itu, perlu ada penjelasan tentang bahaya maupun manfaat sumber energi tersebut,” katanya.

Sejauh ini, Renyaan mengaku hanya membaca satu-satunya penjelasan di media oleh seorang staf Dinas ESDM Provinsi Maluku, Max Poceratu.

Baca Juga  Lantik Saniri Negeri, Walikota Ambon Singgung Pengelolaan Obyek Wisata Namalatu

“Poceratu pernah melakukan pengamatan di Reyamru dan membuat simpulan sementara bahwa gas tersebut adalah jenis gas metana,” ujarnya.

Sebagaimana diungkapkan salah satu media di Ambon, Poceratu melakukan pengamatan langsung di Reyamru, melihat kondisi fisik sumber energi tersebut.  Ia ke Reyamru bersama Kapolres Malra, AKPB Indra Fadillah Siregar, Kadis Lingkungan Hidup Malra, serta pihak Kodim Tual.  

Meskipun Poceratu menyebutkan gas metana, namun ia kemudian mengirim sampel pengamatan untuk penelitian di laboratorium.

“Nah, hasil uji laboratorium itu yang perlu dibeberkan kepada warga, karena Poceratu sudah melakukan pengamatannya sejak 2018 lalu,” katanya.

Menurut Renyaan, penjelasan pemerintah tentang sumber energi tersebut perlu disampaikan segera supaya tidak muncul spekulasi yang meresahkan warga, terutama tentang kemungkinan-kemungkinan buruk, sebagaimana pernah terjadi di tempat lain seperti dikenal sebagai lumpur Lapindo.

Baca Juga  Lanud Pattimura Gelar Donor Darah Dalam Peringati HUT Ke-74 TNI AU

Apabila ternyata sumber energi tersebut mempunyai nilai ekonomi strategis dan dapat dikelola bagi kesejahteraan rakyat, maka Renyaan menyatakan,  pemerintah dapat membicarakannya sejak dini dengan masyarakat  tentang masa depan pengelolaannya.

“Maluku tergolong provinsi termiskin keempat, jadi kalau gas ini bisa dikelola, tentu akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat,” demikian Renyaan. (nur)

No More Posts Available.

No more pages to load.