Fery Tanaya Diminta Ajukan Pembenaran di Pengadilan

oleh -58 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kuasa Hukum tersangka Tan Lie Tjen alias Fery Tanaya, Henry S. Lusikooy, SH.,MH, disarankan agar dapat melakukan pembelaan atau pembenaran terhadap kliennya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan PLTMG 10 MV di Kabupaten Buru, tahun anggaran 2016, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

Sebab, pembelaan atau pembenaran yang disampaikan kuasa hukum tersangka Fery Tanaya sebagaiman diterbitkan pada sejumlah media masa lokal di Kota Ambon, baik cetak (koran harian) maupun online, sudah masuk kedalam materi perkaranya.

“Koran bukan tempat untuk pembuktian. Nanti beracaranya di pengadilan ketika menyampaikan nota pembelaan,” tandas mantan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Bobby Palapia, yang saat ini bertugas di Kejati Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai Jaksa Fungsional, kepada koran ini, tadi malam.

Baca Juga  RSUD Chasan Boesoirie Ternate Rawat Tiga Pasien Suspect COVID-19

Menurutnya, langkah kuasa hukum tersangka Ferry Tanaya dalam menyampaikan pembelaan atau pembenaran di media masa, adalah suatu tindakan yang tidak menghargai proses penegakan hukum yang sementara berjalan ini.

“Kalau tidak merasa salah, kenapa harus takut dan merasa menjadi korban kediktatoran terselubung dan over kriminalisasi oleh oknum penegak hukum. Kan ada lembaga peradilan yang nantinya memutuskan perkara berdasarkan fakta persidangan,” cetus Bobby.

Selaku Jaksa Senior, Bobby meyakini seluruh rangkaian proses penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan Korps Adhyaksa Maluku dalam kasus PLTMG ini, telah berjalan sesuai ketentuan hukum yang diatur dalam undang-undang.

“Seharusnya, tersangka Fery Tanaya dan kuasa hukumnya dapat menghargai proses hukum yang sementara berjalan ini, bukan malah menggiring opini publik seolah-olah telah terjadi ketidakadilan dalam penegak hukum di Maluku,” terangnya.

Apalagi, lanjut Bobby, tersangka Fery Tanaya melalui kuasa hukumnya, sebelumnya telah mengajukan dua kali upaya hukum praperadilan melawan Kejati Maluku. Yang pertama Fery Tanaya menang, dan yang kedua Fery Tanya kalah dalam putusan di PN Ambon.

Baca Juga  Real Madrid Belum Meyakinkan, tapi Masih Tak Terkalahkan!

“Dia sudah praperadilan, dan itu sudah selesai dan diperbaiki. Kok dia masih keberatan dengan materi-materi pemeriksaan. Dia bicara di koran hanya ingin cari pencitraan saja. Kasian kliennya, padahal kliennya hanya butuh pembelaan di pengadilan, bukan di koran,” pungkasnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.