Melihat pencapaian orang lain terkadang justru membuat dirimu iri dan berujung pada tindakan pamer atau flexing itu sendiri. Padahal, jika kamu berfokus pada tujuan dan menghilangkan pikiran dari tindakan flexing orang lain, maka kerja kerasmu akan terbayar dengan sendirinya.
2. Berpikir kritis
Selain itu, berpikir kritis sebelum bertindak juga bisa menghindarkan kita dari perilaku flexing. Sebelum melakukan sesuatu, pikirkan apakah perilaku tersebut bisa memberikan dampak negatif bagi orang lain atau tidak.
3. Batasi penggunaan media sosial
Media sosial menjadi salah satu tempat yang sering digunakan untuk membandingkan pencapaian, harta, dan kekayaan. Maka dari itu, supaya kamu tidak turut terkena arus perilaku semacam flexing, membatasi penggunaan media sosial menjadi cara yang tepat.
4. Berhenti mencari validasi orang lain
Terakhir, sadarkan diri bahwa pencapaian yang kamu rasakan adalah untuk dirimu sendiri, bukan orang lain. Maka dari itu, validasi orang lain tidaklah diperlukan karena ekspektasi mereka tentu berbeda dari ekspektasimu.
8. Contoh perilaku flexing

pexels.com/cottonbro studio
Ada banyak contoh perilaku ini, salah satu contoh flexing adalah saat seorang influencer memamerkan baju buatan desainer ternama lalu diunggah melalui media sosial.









