“Kalau tidak punya kekuatan untuk merangkul kader dan simpatisan jangan main ancam. Kecuali pada Pileg Februari lalu dia menang dan dapat membuktikan ke publik Maluku kalau Golkar tetap jaya, nah dia boleh sedikit jemawa. Tapi fakta politiknya kan Partai Golkar kehilangan banyak kursi baik di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. Dia sendiri juga gagal melenggang ke Senayan,” pungkasnya. (Tim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









