Diakuinya, pada Tahun 2022 ini pembangunan di Kota Langgur tidak signifikan. Hanya sentuhan kecil saja, karena proses pembangunan selama ini dimulai dari desa/ohoi mengarah ke kota, dan saat ini pembangunan di setiap ohoi mengalami peningkatan.
Kendati demikian, kata Hanubun tahun 2023 selaku Bupati Kabupaten Malra tentunya merasa penting untuk terus melakukan koordinasi dengan Pemprov, dengan harapan bagaimana kabupaten tertua ini mendapat perhatian khusus mulai dari fasilitas umum dan jalan, termasuk pembangunan trotoar.
“Tentunya berhubungan dengan pemprov sehingga kedepan pada Tahun 2023, Langgur menjadi Ibukota yang indah dan damai,” harapnya.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Amir Rumra pun mengapresiasi kehadiran Bupati Malra dan jajarannya yang cukup lengkap, dan ini yang pernah terjadi di Provinsi Maluku bahkan di wilayah Indonesia.
Rumra bilang, selaku anggota DPRD dia bukan hanya mendengar namun akan terus mengawal, apalagi dirinya selaku Anggota DPRD Provinsi Maluku asal dapil 6 asal Kabupaten Malra, Kota Tual dan Aru.
Rumra menegaskan, semua aspirasi tidak semua terjawab, namun akan akan menjadi perhatian pada APBD 2023, sehingga kami dari Badan Anggaran (BANGGAR) DPRD Provinsi Maluku akan merespon terhadap usulan ini.









