Gerakan Pemuda Marhaenis Nilai Polres Halsel Mandul

oleh -367 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Polres Halsel dinilai mandul dan tak bertaring dalam menegakkan hukum dan keadilan. Tudingan ini muncul pasalnya Polres Halsel diduga tidak mampu menyelesaikan tindak pidana kekerasan oleh oknum Kades Kurunga terhadap salah seorang warganya.

Ketua GPM Halsel, Armain Rusli bahwa sampai saat ini kasus tersebut di nilai diam di tempat dan tidak ada perkembangan, seakan-akan ada indikasi tebang pilih kasus yang terjadi di internal Polres Halsel.

“Saya melihat perkembangan kasus penganiayaan ini semacam diam di tempat ka. kata pepatah klasik jangan-jangan hukum dan keadilan di negri ini hanya tajam kebawah untuk masyarakat kecil dan tumpul ke atas,” tukasnya.

“Padahal secara eksplisit di dalam pasal 351 KUHP tentang delik penganiayaan telah diatur sangat jelas. Yang pada prinsipnya bahwa siapapun dia yang melakukan tindakan pidana penganiayaan dan atau tindakan kekerasan akan di kenakan sanksi hukum sesuai dengan takaran tindak pidana si pelaggar,” imbuhya.

Link Banner

Armain menjelaskan, ada oknum kades diduga kuat melakukan tindakan penganiyaan dan/atau tindakan kekerasan pemukulan terhadap warganya sendiri beberapa waktu lalu hingga korban di arikan ke rumah sakit umum di Desa Marabose untuk dirawat secara medis.

Baca Juga  Jubir Sebut Grafik Corona Fluktuatif, Masih Ada Penularan OTG

Lanjut dia disebabkan tendangan dari oknum kades tersebut, akhirnya korban dilarikan ke rumah sakit umum karena mengalami benturan dari dalam dada dan mengalami gangguan sesak napas sehingga kondisi korban saat ini masih mengalami sakit yang serius dan gangguan kencing sampai pihak dokter dri rumah sakit juga merekomendasikan untuk di operasi namun, pihak korban menolaknya dan hanya berharap untuk dilakukan pengobatan tradisional/obat-obat kampung.

“Oleh sebab itu, Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Halsel, mendesak kepada pihak Kepolisian (Polres) Halsel, agar segera menindak tegas dan atau menahan oknum kepala desa yang sedang berkeliaran di Ternate yang diduga telah melakukan tindakan premanisme terhadap warganya, guna melakukan pemeriksaan lanjutan sebab oknum Kepala Desa Kurunga juga diduga kuat telah melanggar Kesepakatan hukum di hadapan polsek Saketa Kecamatan Gane Barat,” ucapnya.

“Saya juga mendesak kepada pihak Kepolisian Polres Halsel agar segera menyampaikan setiap perkembangan penyelidikan Kasus penganiayaan oknum Kepala Desa Kurunga karena perbuatan melawan hukum telah dilakukan berulang-ulang kali tercatat kurang lebih 4 kali selama dia menjabat sebagai Kepala Desa di Desa Kurunga,” sambungnya.

Baca Juga  Hasil La Liga Spanyol: Atletico Bungkam Barcelona, Real Madrid Ditahan Villarreal

Armain menambahkan, Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Halsel secara kelembagaan akan tetap berkomitmen untuk mempresur kasus tersebut.

“Jika dalam waktu dekat pihak Kepolisian Polres Halsel belum memastikan kejelasan kasus ini dan tdk menahan oknum Kepala Desa Kurunga, maka kami akan melakukan aksi di hadapan kantor Polres Halsel dan Polda Maluku Utara,” tutup Harmain.

“Kalaupun bertaring itu hanya tajam kebawa alias hukum hanya berlaku untuk rakyat wong cilik dan tumpul ke atas bagi oknum Kades Kurunga yang diduga telah melalukan tindak pidana penganiayaan terhadap warganya berinsial WH

Ketua Bidang Hukum HAM dan Publikasi Pemuda Muhammadiyah Halsel, Zamrud Zaid yang juga membenarkan bahwa si korban jelang tiga hari pasca kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh oknum kades, si korban telah menahan kesakitan dalam perutnya dan tiba – tiba muntah sampai dia lemas akhirnya saya mengambil tindakan dan larikan ke rumah RSUD Labuha di Marabose.

Baca Juga  Perbaikan Ulang Jalan Lapen Poros Mako-Kayeli Hampir Tuntas

Lanjutnya, “setelah ditangani secara medis maka diberikan kateter sebagai perbantuan kencing dan langsung pulang ke rumah untuk rawat jalan. Namun ke-esokan harinya sakitnya kambuh kembali dan saya pun larikan ke rmh skt marabose yg ke-2 kalinya dan kini si korban telah pulang ke kampumg untuk dilalukan pengobatan secara tradisional/obat-obat kampung

Ia menambhkan bahwa tidak hanya sekali tindakan penganiayaan atau tindakan premanisme yang di lakukan oleh oknum Kades Sahril Landoloma terhadap warganya sendiri tetapi sudah berulang-ulang kali terhitung kurang lebih 2019-2021 ini sudah 4 kali tindakan penganiyaan yg beliaw lakukan dan oknum kades tersebut juga sudah perna membuat surat pernyataan sabagai acuan Hukum ats tindakannya di hadapan Polsek Saketa kecamatan Gane Barat agar tidak mengulangi lagi perbuatan tindak pidana penganiayaan terhadap warganya. Akan tetapi pd hari ini oknum kades tersebut masih melakukan perbuatan tindak pidana penganiayaan. (adhy)