Adakah kita bertindak adil kepada mereka yang memang berjuang sesungguhnya untuk negeri ini? Negara ini memberikan segala macam kehormatan kepada prajurit-prajuritnya karena mereka yang siaga 24 jam menjaga negeri ini dengan taruhan nyawanya. Bukankah kita melakukan ketidakadilan dan merampas kehormatan para prajurit kita karena obral-obralan tit-tit ini?
Hal yang sama juga terjadi para profesi akademik. Begitu banyak orang mengabdi dan berjuang di berbagai perguruan tinggi. Mereka menyediakan generasi-generasi yang akan membangun negeri ini. Adilkah mengobral gelar-gelar kehormatan tersebut untuk orang-orang yang tidak pernah mengajar, meneliti, membimbing skripsi, tesis, atau disertasi?
Gelar-gelar kehormatan ini hanya untuk mereka yang gila hormat! Para pemberinya juga meletakkan gila hormat ini — hanya karena mereka menjadi sychopant.
Pada hakekatnya penerima gelar-gelar kehormatan ini hanyalah para abdi. Bukan abdi kepada negara. Tetapi hanya abdi kepada individu pejabat yang sedang berkuasa.
Kita benar-benar melakukan ketidakadilan kepada mereka yang berjuang, mengabdi, dan meniti karir dengan benar. Lebih penting lagi, gelar tit-tit ini merusak institusi TNI, sama seperti gelar profesor kehormatan ini merusak institusi pendidikan!











