Golkar, Semakin Goyang Semakin Rindang

oleh -710 views
Jannus Siahaan

Meskipun dikabarkan hanya menguasai faksi terbatas di dalam partai, terbukti Airlangga bertahan cukup stabil hingga jelang Pilpres 2024, karena berhasil mengukuhkan dukungan Partai Golkar ke Istana.

Dianggap sebagai sekutu strategis Jokowi, baik secara elektoral maupun di dalam pemerintahan, Airlangga tak pelak menjadi “Jokowi’s Man” di arena politik di satu sisi dan juga dianggap sebagai “operator politik” Luhut Binsar Panjaitan (LBP) di dalam Partai Golkar di sisi lain, sosok gigantis lainnya yang dianggap jauh lebih dulu menjadi “endorser” Jokowi ketimbang Partai Golkar dan Airlangga.

Mengapa pola seperti itu kerap terjadi di Partai Golkar dan PKB, tapi agak jarang terdengar di partai besar lain?

Baca Juga  Sopir Truk di Malra dan Tual Antre Semalaman Demi Solar Subsidi

Jawabannya tentu karena kedua partai politik ini tak terlalu terikat lagi dengan tokoh besar dan trah tertentu.

Relasi kekuasaan di dalam kedua partai terbilang cukup cair dan divergen, berbeda dengan partai-partai politik besar lainnya yang sangat kental penguasaan satu figur atau satu trah keluarga, sehingga cukup sulit digoyang.

Sebut saja Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan trah Sukarno, Partai Gerindra dengan nama besar Prabowo Subianto, Partai Nasdem di bawah Surya Paloh, dan lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.