Militerasi Besar-besaran Tanah Papua

oleh -5 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti, jurnalis lepas dan visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura

Berita duka datang dari Papua hampir setiap hari. Konflik di wilayah itu bukannya semakin mereda namun semakin menjadi-jadi. Beberapa hari lalu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di wilayah Yahukimo menembak mati pilot dan membakar pesawat PK RCY. Perusahan yang mengoperasikan pesawat ini adalah PT AMA milik misi Katolik.

Pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengaku bahwa mereka menembak mati pilot tersebut dan membakar pesawatnya. Namun tujuh orang penumpang mereka biarkan selamat. Alasannya, mereka menuduh dan pesawat ini sering dipakai mendrop pasukan TNI dan mereka sudah memberi ultimatum sebelumnya.

Baca Juga  DPM FISIP Unpatti Periode 2026 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Peran sebagai Penyalur Aspirasi Mahasiswa

Pihak TNI, yang sedang menggelar operasi militer di Tanah Papua, mengatakan akan menambah pasukan dan melakukan pengejaran. Sejak awal 2024, TNI melakukan Operasi Habema di sana. Operasi yang namanya mirip dengan nama sebuah danau di Papua Pegunungan sebenarnya adalah singkatan dari “Harus Berhasil Maksimal.”

Ini adalah sebuah operasi yang masif. Ia melibatkan pasukan gabungan, TNI-AD, AL dan AU. Namun tentu saja yang terbesar adalah TNI-AD. Keseriusan operasi Habema bisa dilihat dari komandannya yang berpangkat Letnan Jendral. Sekarang posisi itu dijabat oleh Letjen TNI Lucky Avianto dari AD.

No More Posts Available.

No more pages to load.