Dalam sebuah video viral yang dibuat oleh Grace dan gerombolannya, Grace kelihatan sangat antusias sekali memborbardir peristiwa yang dialami oleh Ade Armando sebagai sebuah peristiwa yang dilakukan oleh kelompok radikal dan kemudian disimpulkan sebagai kelompok dari HTI, FPI dan relawan Anies.
Sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh Grace dengan analisa dangkalnya yang sudah dipengaruhi oleh persepsi sebelumnya, sehingga penampilan Grace yang cantik kehilangan auranya, yang terlihat hanyalah seperti seekor harimau betina jalang yang lapar dan mengaum-ngaum tak jelas karena mencari mangsa.
Apa yang disampaikan Grace adalah sebuah pernyataan yang membahayakan dan cenderung memecah belah. Sehingga tak layak sebetulnya kalimat ini keluar dari seorang politisi apalagi apalagi politisi muda. Kalimat-kalimat yang keluar terlihat keluar dari konteks, kehilangan nilai moral dan menjurus pada fitnah.
Apalagi kemudian hanya berbekal sebuah screenshot WAG lalu Grace seolah pernyataannya dianggap sebagai sebuah kebenaran. Lalu menuduh relawan Anies Apik sebagai kelompok yang melakukan kekerasan.
Naif sekali yang dilakukan oleh Grace yang katanya berasal dari partai millenial. Semestinya kalau berasal dari partai millenial, maka akan sangat paham tekhnologi dan realitas. Kenyataannya klaim sebagai partai millenial hanyalah omong kosong, karena dalam kasus kekerasan yang dialami Ade Armando, Grace tak mampu membedah tekhnologi komunikasi dan realitas semu dan realitas sebenarnya.










