Sebab, menurutnya, kemenangan hanya menjadi salah satu bagian dari sebuah festival.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan tersebut memperluas silaturahmi dan memperkuat persaudaraan.
Lewerissa berharap Festival Hadroh dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya membangun Maluku yang religius, damai, rukun, maju dan sejahtera.
“Mari kita jadikan Festival Hadroh ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat Maluku yang religius, damai, rukun, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
Festival tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, sejumlah anggota DPRD Maluku, Asisten II Sekretariat Daerah Maluku bersama sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku serta para Raja Negeri.
Jika festival ini mampu dipertahankan dan dikembangkan secara konsisten, Hitu bukan hanya memiliki cerita panjang tentang sejarah Islam di Maluku.
Hitu juga berpeluang menjadikan tradisi tersebut sebagai kekuatan budaya, ruang persaudaraan, sekaligus pintu masuk bagi tumbuhnya wisata religi dan ekonomi masyarakat.
(Keket)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com








