Ia mengingatkan kembali pesan legendaris Pattimura sebelum dieksekusi di Benteng Victoria Ambon, yang menegaskan bahwa semangat perjuangan tidak akan pernah padam.
“Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit,” ujarnya.
Pesan tersebut, lanjutnya, harus menjadi refleksi bagi generasi muda Maluku untuk tampil sebagai pelaku utama pembangunan dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal seperti pela gandong dan semangat siwalima.
Maluku Harus Tampil di Garis Depan
Lewerissa menegaskan, Maluku tidak boleh tertinggal dalam arus pembangunan nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia. Ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan mengambil peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah.
“Maluku tidak boleh menjadi penonton di negerinya sendiri. Maluku harus tampil di garis depan pembangunan kawasan timur Indonesia,” tegasnya.
Upacara yang berlangsung penuh nuansa historis tersebut ditutup dengan peletakan karangan bunga di Tugu Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanannya bagi bangsa dan tanah Maluku.
(Tim)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









