Porostimur.com, Tobelo — Aktivitas Gunung Dukono kembali meningkat. Gunung api yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara ini erupsi pada Minggu (17/5/2026) pukul 09.20 WIT.
Dalam sepekan terakhir, Gunung Dukono tercatat telah mengalami 18 kali erupsi, menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih cukup intens.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu saat erupsi mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau 1.687 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, condong ke arah barat. Hingga laporan ini disusun, erupsi masih berlangsung.
Aktivitas Kegempaan Masih Fluktuatif
Data pemantauan PVMBG pada 17 Mei 2026 pukul 00.00–23.59 WIT mencatat:
- 60 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 6–34 mm dan durasi 32,14–293,03 detik
- 1 kali gempa low frequency dengan amplitudo 5 mm
- 1 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 14 mm
Selain itu, sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam sebanyak 127 kali letusan dari Gunung Dukono.
Status Waspada, Aktivitas Dibatasi
Saat ini, status Gunung Dukono berada pada Level II (Waspada).
PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas, termasuk mendaki dan mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat di sekitar gunung juga diingatkan untuk selalu menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.










