Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Golkar Dorong NU Perkuat Ekonomi Umat

oleh -5 Dilihat
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji, mengatakan NU memiliki posisi penting sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia.

Porostimur.com, Jakarta — Pergantian kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 mendapat perhatian Partai Golkar. Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dinilai membawa konsekuensi strategis bagi arah organisasi sekaligus kehidupan kebangsaan Indonesia.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji, mengatakan NU memiliki posisi penting sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia.

Menurutnya, kepemimpinan baru PBNU tidak hanya dituntut mampu menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga memperkuat peran NU dalam merawat toleransi, moderasi beragama dan persatuan nasional.

“Siapa pun yang memimpin PBNU otomatis mengemban tanggung jawab menjaga wajah Islam Indonesia yang toleran dan moderat, sekaligus menjadi mitra strategis negara dalam merawat NKRI,” ujar Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Muktamar ke-35 NU menetapkan duet kepemimpinan baru untuk masa khidmah 2026–2031.

Baca Juga  Joe Kent Sebut AS Bisa Gunakan Senjata Nuklir terhadap Iran jika Gagal Capai Tujuan Perang

Gus Kikin Dipilih Secara Mufakat

Penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU berlangsung melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

No More Posts Available.

No more pages to load.