Hadapi Ujian Sekolah dan AKM, SMA Xaverius Ambon Tetap Berlakukan Sistem Pembelajaran Daring

oleh -11 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Menghadapi ujian sekolah bagi kelas 12 pada Maret mendatang dan AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) bagi kelas 11 pada September atau Oktober mendatang, SMA Xaverius tetap melaksanakan sistem pembelajaran daring atau belajar online.

Kepala SMA Xaverius Ambon, Pastor I Pius Titirloloby mengatakan bahwa sejak tahun 2021, Ujian Nasional 2021 diganti dengan yang namanya asesment nasional.

“Jadi tahun ini tidak ada ujian nasional yang ada asesmen nasional atau AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) secara nasional. Jadi asesmennya itu untuk mengecek kemampuan siswa kelas 11, itu pun tidak semua ikut karena ini baru. Jadi hanya perwakilan siswa kelas 11 yang tahun ini diminta setiap sekolah mengutus 45 siswa-siswi, nanti dari pusat memilih secara acak secara nasional”, ungkap Pius di ruang kerjanya, Jumat (22/1/2021).

Ia mengatakan pelaksanaan AKM di undur ke bulan September atau bulan Oktober karena situasi pandemi yang meningkat. Adapun hal uang diuji dalam AKM yakni tentang literasi membaca dan numerasi.

“Yang diuji yakni persoalan bagaimana logika mereka dalam menganalisa sesuatu. Jadi nanti ada narasi-narasi, bacaan-bacaan lalu mereka menganalisa lalu juga soal numerasi bagaimana mereka menghitung. Jadi bagaimana mengecek daya nalar, dua hal itu yang dites untuk anak-anak. Jadi tidak ada mata pelajaran khusus misalnya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris tidak ada dia secara menyeluruh itu untuk kelas 11”, ujarnya.

Baca Juga  Aparat Gabungan Polres Buru Tangkap 3 Orang Pelaku PETI

Sedangkan menurutnya untuk kelas 12, mereka akan melaksanakan ujian sekolah. Sekolah yang akan menyelenggarakan dan memutuskan sendiri tentang kelulusan.

“Materinya nanti sekolah yang tentukan apalagi dalam suasana pandemi ini. Biasanya ujian sekolah itu semua mata pelajaran diuji. Nilai itu lah yang nanti diatur dan diolah untuk dimasukkan dalam ijazah. Jadi dimulai dari tahun lalu sudah tidak ada ujian nasional”, katanya.

Terkait dengan pemantapan ujian sekolah, Pius mengatakan bahwa dari tahun lalu sudah tidak lagi diadakan pemantapan atau waktu khusus seperti les pemantapan.

“Tahun ini dan tahun lalu sudah tidak lagi, suasana pandemi begini sehingga lebih ke pelajaran normal, tetapi saat dalam pelajaran itulah nanti guru-guru yang menyiapkan dan melihat materi-materi dari kelas 10 sampai kelas 12. Biasanya semester genap ini materi kelas 12 sudah seharusnya selesai, lalu lebih ke pengulangan materi kelas 10 sampai kelas 12”, tambahnya.

Ia mengatakan jumlah siswa kelas 12 yang akan mengikuti ujian sekolah itu sebanyak 149 siswa sedangkan yang kelas 11 untuk AKM sekitar 96 siswa tetapi nanti yang dipilih hanya 45 siswa.

Baca Juga  Banyak Klaster Keluarga, Lakukan Ini jika Saudara Anda Positif Covid-19

Kendala-Kendala Yang Dihadapai Pihak Sekolah dan Siswa Selama Pandemi

Kepala SMA Xaverius Ambon, Pastor I Pius Titirloloby mengatakan awal-awal pandemi memang pihaknya memang mengalami beberapa kendala seperti jaringan, penguasaan mata pembelajaran, dan pemilihan aplikasi yang tepat untuk dipakai pada saat belajar online.

Untuk aplikasi, SMA Xaverius menggunakan classroom dan kendala awal yang dihadapi yakni terdapat beberapa guru yang belum kuasai, tetapi guru-guru tersebut sudah diberikan pendampingan untuk IT dan dilatih sehingga sudah diataasi masalah ini.

Ia juga mengatakan dalam kendala pulsa awalnya belum ada bantuan dari pemerintah sehingga sekolah yang berinisiatif untuk memberikan.

“Yang pertama untuk guru dulu kita pakai patokan satu kali tatap muka entah 2 jam atau 3 jam mata pelajaran kita kasih insentif Rp35.000 per 1 kali tatap muka. Jadi dihitung kalkulasinya dalam satu bulan berapa kita kasih untuk tunjangan pulsa datanya itu pada waktu awal. Ternyata juga siswa punya kendala yang sama sehingga kita kerjasama dengan Telkom. Ada satu aplikasi dan program data kita beli paketnya tuh Rp2.750.000 dapat paket datanya 450 GB. Dari 450 GB itu kita bagi ke siswa dan guru. Jadi didata sekali siswa mana yang ada kendala di pulsa kita bagi begitu juga ke teman-teman guru”, ujarnya

Baca Juga  Ali Ngabalin Dalam Masalah Usai Unggah Foto Diduga Sriwijaya Air Sebelum Jatuh

Ia juga menambahkan pemberian pulsa dari pemerintah sampai bulan September sudah diberikan, jadi untuk masalah pulsa sudah bisa diatasi.

Pius mengatakan bahwa sekarang di SMA Xaverius setiap kelas maupun ruangan sudah terdapat WiFi sehingga mempermudah jika ada guru-guru yang mengalami kendala di rumah untuk jaringan internet bisa datang ke sekolah.

Untuk masalah Hp (handphone) atau laptop, rata-rata guru di Xaverius sudah punya laptop karena diwajibkan untuk setiap guru harus mempunyai laptop.

Sedangkan untuk siswa, juga dilakukan pendataan per kelas. Siswa yang tidak memiliki Hp atau laptop akan diarahkan dengan keluarga (memakai Hp atau laptop milik keluarga).

“Terakhir kemarin kita selidiki langsung, terdapat 1 siswa yang mengalami kendala yaitu Hpnya rusak, sehingga pihak sekolah membelikan sebuah handphone untuk siswa tersebut”, imbuhnya

Ia juga berharap para muridnya kelas 11 bisa menyiapkan diri secara baik untuk menghadapi AKM mendatang dan untuk kelas 12 juga diharapkan mereka bisa menyiapkan diri secara baik untuk ujian sekolah dengan mengikuti belajar secara normal dan belajar secara mandiri. (alena)