Selain itu, Mantan Kapolres Kepulauan Aru dan Kota Tual ini mengaku, di masa dulu, Maluku juga sangat terkenal karena kedamaian. Ekonomi Maluku juga maju melebihi Provinsi-provinsi tetangga seperti Nusa Tenggara Timur dan Sulawessi Tenggara.
“Banyak warga provinsi tetangga yang eksodus ke Maluku untuk mencari kehidupan, sebut saja Buton, Bugis, Makasar, Flores, Timor dan lainnya,” kata dia.
Dari sisi olahraga, tambah Rum, putra putri Maluku sejak dulu sangat menonjol. Mereka tidak hanya mengharumkan nama daerah, tapi juga membanggakan Indonesia hingga ke mancanegara.
Namun, kerusuhan sosial 1999 silam telah menyebabkan ekonomi Maluku menjadi ambruk. Banyak investor meninggalkan Maluku. Maluku yang sebelumnya terkenal dengan budaya pela gandong tercabik-cabik. Bahkan, Maluku mendapat stigma negatif sebagai daerah rusuh dan tidak aman.
“Kejayaan Maluku berakhir setelah kerusuhan sosial yang melanda sejak Januari 1999. Banyak korban jiwa, material, ekonomi, psichologi yang membuat Maluku tertinggal jauh dari provinsi-provinsi tetangga. Bahkan jauh tertinggal dari anak kandung Provinsi Maluku yaitu Maluku Utara.
Bahkan, dari pemberitaan media, ribuan warga Maluku saat ini berada di Maluku Utara untuk mencari pekerjaan,” sebutnya.









