Artinya: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yusuf, telah memberitahukan kepada kami Abu Bakar dari Abi Hasin dari Abi Sholih dari Abu Hurairah RA bahwasanya ada seorang lelaki berkata kepada nabi SAW: “Wasiatilah aku” Nabi bersabda: “Jangan marah” la mengulanginya beberapa kali. Nabi bersabda: “Jangan marah.” (HR Bukhari)
Untuk menaati perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menahan amarah dan emosi. Apa saja itu?
Cara Menahan Amarah
Dalam sumber sebelumnya disebutkan, Rasulullah SAW berpesan, amarah bisa diredam dengan melakukan beberapa hal, yakni duduk, tidur atau berbaring, dan wudhu. Rasulullah SAW bersabda,
إِيَّاكُمْ وَ الْغَضَبَ فَإِنَّهُ حَمْرَةٌ تَتَوَقَّدُ فِي فُؤَادِ ابْنِ آدَمَ أَلَمْ تَرَ إِلَى أَحَدِكُمْ إِذَا غَضِبَ كَيْفَ تَحْمَرُّ عَيْنَاهُ وَتَنْفَتِحُ أَوْدَاجُهُ فَإِذَا أَحَسَّ أَحَدُكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ فَلْيَضْطَجِعْ أَوْ لِيَلْصَقْ بِالْأَرْضِ
Artinya: “Jauhilah sikap marah karena ia merupakan bara yang akan menyala di dalam hati anak keturunan Adam. Tidakkah kamu lihat salah seorang di antara kalian jika dia marah, bagaimana ketika matanya memerah dan urat lehernya membengkak. Jika salah seorang di antara kamu merasakan sesuatu dari hal itu, hendaklah dia berbaring atau duduk ke tanah.” (HR Ahmad)









