Ada persoalan yang jauh lebih besar yang harus dikejar: bagaimana membuat pelabuhan bekerja lebih efisien, mengurangi biaya distribusi, mempercepat arus barang dan menciptakan kepastian bagi pelaku usaha.
Bagi daerah kepulauan seperti Halsel, efisiensi logistik memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Biaya angkutan yang tinggi dapat memengaruhi harga barang, daya saing produk lokal dan biaya distribusi komoditas. Sebaliknya, konektivitas yang semakin baik dapat membuka akses pasar sekaligus memperkuat posisi produk daerah.
Karena itu, penjajakan investasi melalui AOE 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda promosi daerah.
Pemkab Halsel sedang mencoba memperluas sumber pembiayaan pembangunan dengan mempertemukan potensi daerah dan kebutuhan investasi.
Tantangannya kini adalah memastikan penjajakan tersebut tidak berhenti sebagai wacana atau pertemuan bisnis.
Potensi Pelabuhan Babang dan Kupal harus diterjemahkan ke dalam kajian yang terukur, model kerja sama yang jelas, kepastian regulasi, skema pembiayaan serta target manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, keberhasilan investasi kepelabuhanan bukan hanya diukur dari besarnya modal yang masuk.
Yang jauh lebih penting adalah apakah investasi itu mampu membuat laut yang selama ini menjadi pemisah antarpulau berubah menjadi jalur pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Halmahera Selatan.











