Harakah Lintas Generasi Alkhairaat di Bumi Maluku Utara

oleh -654 views

Menurut Prof. Quraish Shihab, berkah merupakan penambahan yang tak terukur oleh indera manusiawi. Berkah itu seringkali datang dari arah tak terduga. Tak dapat dibatasi, bahkan diukur.

Prof Quraish menambahkan, hal ini juga memiliki korelasi dengan penyebutan sumur dalam bahasa Arab yang disebut birkah. Sumur merupakan sumber air yang airnya terus mengalir dari berbagai arah, dan bermanfaat bagi sekalian mahluk hidup.

Keberkahan tidak datang tiba-tiba. Keberkahan akan diraih manusia manakala senantiasa ia berikhtiar, usaha, dan bekerja. Nah, ikhtiar sambil berdoa kemudian akan memunculkan keberkahan.

***

Sejarah kealkhairatan di Maluku Utara memiliki catatan panjang. Alkisah sebelum AlHabib Idrus bin Salim Aljufri yang akrab disapa Guru Tua mendirikan lembaga pendidikan Alkhairaat di Palu 30 Juni 1930, beliau telah menginjakkan kakinya di Ternate dengan maksud mendirikan pendidikan agama Islam. Ternyata dakwah Islam telah dikembangkan oleh Kesultanan Ternate. Beliau pun alihkan langkah ke Manado. Namun hal yang sama telah ada di sana. Akhirnya, beliau merubah haluan menuju Palu, setelah mampir di Donggala beberapa bulan.

Baca Juga  Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Maluku, Kini Tembus Rp16.650 per Liter

Tahun 1963 Guru Tua kembali berkunjung ke Ternate, Bacan, Jailolo, Tobelo, Morotai, Weda, Patani, Gane, hingga Makean. Setahun setelah kunjungan itu, Alkhairaat resmi didirikan di Ternate pada 21 September 1964. Kemudian menyebar ke berbagai pelosok Maluku Utara.

No More Posts Available.

No more pages to load.