Harga BBM Naik Dua Kali dalam 9 Hari, Warga Suriah Teriak “Jatuhkan Jolani”

oleh -87 Dilihat
Kesabaran warga Suriah menghadapi tekanan ekonomi mulai menunjukkan batasnya. Gelombang demonstrasi pecah di sejumlah wilayah setelah pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), hanya sembilan hari setelah kenaikan sebelumnya.

“Protes ini bisa berubah menjadi tantangan bagi pemerintah. Ini sangat signifikan. Semua ini merupakan akibat dari krisis yang menumpuk dan memburuknya kondisi sosial ekonomi di Suriah,” ujar Abdullah kepada The New Arab, Selasa (15/9/2026).

Ia mengatakan karakter demonstrasi mulai berubah. Jika sebagian besar aksi setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024 berlangsung damai, kali ini demonstran mulai membakar ban dan mendirikan barikade untuk memutus akses jalan utama, termasuk jalur M5 yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Suriah.

Dampak kenaikan BBM paling terasa di wilayah yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Hasakah, Deir Ezzor dan Raqqa merupakan kawasan penting produksi pertanian Suriah, termasuk gandum. Wilayah tersebut juga segera memasuki periode penting musim tanam pada akhir September hingga awal Oktober.

“Pengairan, pengolahan lahan, dan transportasi tidak bisa dilakukan tanpa bahan bakar,” kata Abdullah.

Baca Juga  Demo Biaya Hidup di Prancis Berujung Ricuh, Polisi Diserang Bom Molotov dan 565 Orang Ditangkap

Ironisnya, sebagian wilayah tersebut juga merupakan kawasan penghasil minyak. Namun, masyarakat setempat justru menghadapi kesulitan memperoleh bahan bakar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Timur laut Suriah, khususnya Hasakah dan Deir Ezzor, merupakan wilayah penghasil minyak di Suriah. Namun sekarang mereka tidak mampu memperoleh layanan dasar dan menjalankan aktivitas sehari-hari akibat kenaikan harga BBM,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.