Di titik inilah kenaikan harga BBM berubah dari sekadar persoalan ekonomi menjadi ancaman politik.
Bagi pemerintahan Ahmed al-Sharaa yang masih berusaha menstabilkan Suriah pascaperang, gelombang protes tersebut menjadi peringatan serius bahwa krisis biaya hidup dapat berkembang menjadi ketidakpuasan politik yang lebih luas.
Jika tidak segera dikelola, persoalan harga BBM, lemahnya layanan publik, kebutuhan rekonstruksi dan ketegangan politik di wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya terintegrasi dapat menjadi satu persoalan besar bagi Damaskus.
Sebab, seperti diperingatkan Yassin-Kassab, memburuknya kondisi ekonomi berpotensi menggagalkan proses transisi Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad.
sumber: sindonews









