Harga BBM Naik Dua Kali dalam 9 Hari, Warga Suriah Teriak “Jatuhkan Jolani”

oleh -21 Dilihat
Kesabaran warga Suriah menghadapi tekanan ekonomi mulai menunjukkan batasnya. Gelombang demonstrasi pecah di sejumlah wilayah setelah pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), hanya sembilan hari setelah kenaikan sebelumnya.

Gejolak juga tidak hanya terjadi di timur laut. Protes dilaporkan muncul di Hama, Aleppo dan Idlib.

Menurut Abdullah, ada satu kesamaan dari berbagai wilayah tersebut, yakni kuatnya ketergantungan masyarakat terhadap sektor pertanian.

Penulis dan komentator politik Robin Yassin-Kassab bahkan menyebut gelombang demonstrasi terbaru sebagai salah satu aksi antipemerintah paling signifikan sejak jatuhnya Assad.

Dalam sejumlah demonstrasi, warga meneriakkan slogan “rakyat ingin Jolani jatuh” dan menyerukan Menteri Energi Suriah mundur.

“Protes ini benar-benar bisa berkembang menjadi tantangan yang lebih luas bagi pemerintah,” ujar Yassin-Kassab kepada The New Arab.

Beban Perang Belum Usai, Kesabaran Warga Menipis

Suriah masih menghadapi warisan kehancuran akibat konflik yang dimulai pada Maret 2011.

Baca Juga  300 Ton Sampah Menggunung Tiap Hari, Ambon Gandeng Selandia Baru Cari Solusi Energi

Jutaan warga masih kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan yang layak. Di berbagai wilayah, pasokan listrik belum stabil, akses air bersih terbatas, sementara infrastruktur sipil masih jauh dari kondisi normal.

Selama lebih dari setahun setelah jatuhnya Assad, masyarakat disebut masih memberikan kesempatan kepada pemerintahan baru. Rasa lega setelah berakhirnya rezim lama dan pemahaman atas besarnya tantangan pembangunan membuat sebagian warga memilih bersabar.

No More Posts Available.

No more pages to load.